Pages

SHDRP

SHDRP
Tampilkan postingan dengan label Aktifis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aktifis. Tampilkan semua postingan

24/10/16

Jayapura, Solidaritas Hukum, HAM, & Demokrasi Rakyat Sipil Papua.com Komnas HAM Segerah Mengambil Langka Maju kasus HAM Papua



Seperti yang di muat  oleh suarapapua.com bahwa Pernyataan Yoedhi Swastono itu diungkapkan saat berbicara dalam Seminar Nasional di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan tema “Proses Perdamaian, Politik Kaum Muda, Dan Diaspora Papua: Updating Papua Road Map” di Jakarta, Jumat (14/10/2016). Bahwa upaya penyelesaian masalah pelanggaran HAM di Tanah Papua dengan berlandaskan Keputusan Menko Polhukam.


Hal diatas ini ketua umum Solidaritas Hukum, HAM, & Demokrasi Rakyat Sipil Papua Usama U Yogobi bengungkapkan bahwa kata Mayjen TNI Yoedhi Swastono telah melakukan pembohongan diri sendiri dan juga pembohongan terhadap publik, dan juga sudah menyalai atau melanggar tugas pokok dan fungsi lembaga lembaga yang ada di indonesia.


Ungkap Usama bahwa untuk menyangkut HAM itu sudah jelas jelas TUPOKSI ada pada KOMNAS HAM yang Institusi negara ini dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 1993. Hal ini terlihat jelas ungkap ketum SHDRP tambahnya.


Dan lanjut usama: saya juga sangat menyesal  karena  ada penekanan penekanan dari pihak negara NKRI melalui TNI dan POLRI kepada Komnas HAM untuk tidak melanjutkan  penyelesaian Kasus HAM di tanah Papua secara Tuntas seperti  pelanggaran HAM yang perna terjadi di tanah papua dalam tiga kasus besar di Tanah Papua, yaitu Wasior, Wamena, dan Paniai ini pun sampai sekarang belum terselesaikan secara tuntas.


Usama juga menhimbaukan kepada Komnas HAM secara nasional maupun lokal bahwa, saat ini isu pelanggaran HAM di tanah Papua sudah menjadi isu Internasional sehingga kepada Komnas HAM tetap bekerja semaksimal mungkin untuk mengungkit kembali kasus kasus Pelanggaran HAM yang terjadi selama ini yang belum terselesaikan maka segerah di ungkap dan diselesaikan.


Hal ini berdasarkan KTT di PBB ke-71  telah terungkap Isu Pelanggaran HAM di tana Papua sehingga tidak ada interfensi Tuposi dan Penekanan penekanan terhadap Komnas HAM sehingga diharapkan untuk Komnas HAM segerah Mengambil langkah maju agar segerah mengangkat Kasus Pelanggaran HAM berat yang terjadi di tanah Papua secara Tuntas.




KETUM USAMA U. YOGOBI
Pewarta: Abner Oweack A

10/10/16

SHDRP & PARLEMEN HIJAU, ATAS NAMA BANGSA PAPUA BARAT MENGUCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA 7 NEGARA DI PASIFIK YANG TELAH MENDUKUNG PAPUA BARAT PADA SIDANG PBB SESI-71 TAHUN 2016.

0 komentar



Papua Barat, 3 Oktober  2016

Ucapan terima kasih kepada Presiden Nauru, Presiden Kepulauan Marshall, dan Perdana Menteri Vanuatu, Kepulauan Solomon, Tuvalu, serta PM. Tonga dan Negara Palau.

Puji Syukur kepada Allah Bapa di Surga karena atas berkat, rahmat, dan karunia-Nya akhirnya ke 7 Petinggi Negara di Pasifik “MENGANGKAT ISU PAPUA BARAT” saat Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dalam sesi  ke-71 berlangsung yang digelar pada hari yang ke 20-26 September 2016; hal ini merupakan Harapan Rakyat Papua sepanjang masa penjajahan NKRI terhadap Papua Barat.

Oleh karena itu Solidaritas Hukum, Hak Asasi Manusa, dan Demokrasi Rakyat Sipil Papua (SHDRP) serta Parlemen Hijau Rakyat Papua, beserta segenap Alam semesta yang ada di Papua, dan leluhur pendahulu orang asli papua, mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada para pemimpin Negara di pasifik; yang mana telah mengangkat isu Pelanggaran hak asasi manusia di papua yang dilakukan oleh repoblik Indonesia, dan menekan perserikatan bangsa bangsa untuk menyoroti Negara republik Indonesia agar segera membuka akses tim infestigasi pencari fakta ke Indonesia Papua, serta pula mengangkat isu papua untuk segerah menentukan nasib sendiri dan yang terakhir Negara palau telah meminta PBB mengeluarkan Resolusi untuk Papua Barat. [22]

Selain ucapan terima kasih kepada 7 Negara di Pasifik, pada kesempatan yang berbahagia ini Ketua Umum SHDRP dan juga Ketua Parlemen Hijau Papua Barat, Usman Usama Yogobi mengungkapkan kesesalannya terhadap Papua New Guinea dan Negara Fijih yang tidak dapat mendukung Papua Barat saat sidang PBB berlangsung, dan Usama kembali dipertegas bahwa kedua Negara tersebut bersama Indonesia jangan jadikan proyek manusia Papua, dan melakukan kerja sama antara Indonesia, PNG, serta Negara Fijih untuk memusnakan Orang Asli Papua Barat, tegas-nya seusai melakukan Rapat Pimpinan SHDRP pada tanggal 1/10/2016 di Sekretariat SHDRP Jalan Buper Waena Papua Barat, lanjut Ketua Umum SHDRP, harapannya; dengan adanya semakin banyak dukungan dari dunia Internasional, benua eropa, benua Amerika, benua afrika, benua asia untuk Papua Barat, sehingga diharapkan dukungan dari PNG dan Fijih harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan Negara Negara di Pasifik untuk mempersolid agenda keselamatan bangsa tertindas jauh lebih berharga dari pada menjadi bumeran colonial untuk selalu memusnakan orang Papua Barat.

Dengan melihat dukungan yang datang  dari Negara Negara Pasifik yang semakin solid, maka Rakyat Papua Barat meminta dan mendesak PBB bahwa: (1). Segerah membahas masalah HAM berat yang terjadi di Papua Barat melalui SU Komisi HAM di Swiss Jenewa dan mengeluarkan Resolusi Baru untuk Papua Barat. (2). Segerah melayangkan surat Panggilan terhadap Indonesia melalui Pengadilan HAM Internasional, (3). Segerah meninjau kembali Perjanjian New York Agreemant.

Rakyat Papua Barat Mengucapkan terimakasih banyak  yang sebesar besarnya kepada MENLU Solomon Tuan Tozaka atas penolakan tawaran, bujukan/rayuan gombal yang berasal dari Indonesia agar tidak mengangkat isu Papua Barat di SU PBB Th. 2016

Sekali lagi kami Solidaritas Hukum, Hak Asasi Manusa, dan Demokrasi Rakyat Sipil Papua (SHDRP) serta Parlemen Hijau Rakyat Papua atas nama Rakyat Papua, Leluhur Pendahulu kita, serta Alam Semesta milik Papua mengucapkan terima kasih, dan semoga Allah yang kuasa memberikan balasan pahala atas segala bentuk dukungannya. Demikianlah Ucapan Terima Kasih ini kami sampaikan. [16]


KETUM SHDRP

tdt

USAMA USMAN  YOGOBI

N.b: Penulis Oweack Abner Asso

07/10/16

PUISI ANAK ANAK “PERS” YANG TERTINDAS

0 komentar
Biru lautan tak seindah sikapmu. Keras ombaknya, lambang arogansimu. Otot dan otakmu tak lagi berimbang. Tak tau mana lawan dan mana kawanmu.
   
Kau perisai bagi rakyatmu, kau juga duri dalam dagingku. Mana janji tulus setiamu. Karna besi, kau lawan bangsamu," demikian puisi tak berjudul yang dibacakan Usama, seorang pewarta foto "Haluan Papua" dalam ungkapan orasi "bernada" seni, Jumat sore.
    
Puisi tersebut mengandung makna tentang kekerasan oknum TNI & POLRI terhadap sejumlah wartawan yang mendapatkan tindak penganiayaan saat meliput berita Pelanggaran HAM Berat di Papua Barat Selama ini.
    
Bernada semilu, insan pers secara bergantian membacakan bait demi bait puisi tentang kebebasan pers yang terkekang, "terperangkap dalam sangkar burung, bukan emas namun kagalauan."
    
Apakah ini sebuah peringatan ? "Jika rakyat pergi, ketika penguasa pidato. Kita harus hati-hati, barangkali mereka putus asa.
   
Kalau rakyat bersembunyi, dan berbisik-bisik. Ketika membicarakan masalahnya sendiri. Penguasa harus waspada dan belajar mendengar.
   
Bila rakyat berani mengeluh. Itu artinya sudah gawat. Dan bila omongan penguasa tidak boleh dibantah, maka kebenaran pasti terancam.
   
Apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan. Dituduh subversif dan mengganggu keamanan. Maka hanya ada satu kata: lawan...!, demikian puisi Para “Oweack” yang dibacakan oleh Usama Usman Yogobi.
     
oweack  merupakan seorang pekerja HAM sekaligus Mediator Organisasi  Solidaritas Hukum, HAM, dan Demokrasi Rakyat Sipil Papua untuk wilayah Papua Barat.
    
Desas-desus, syutttt... siapa yang tahu, "mana ku tahu...". Nyanyian burung camar tak lagi terdengar merdu, melainkan sembilu yang terasa begitu pedih, ternyata desas-desus itu adalah sesuatu yang menyakitkan.
    
"Diam....", seorang pewarta senior Internasional, mengungkap tabir dalam sebuah puisi tentang "Wahai Wakil Rakyat".
     
Katanya, "sakit itu masih menderaku, akibat siksa oknum TNI/POLRI, tapi mengapa engkau membisu, hanya keadilan yang ku inginkan, agar hukum bisa ditegakkan".
    
Wahai (pemerintah), kemanakah engkau saat kami berkeluh kesah. Kenapa engkau hanya diam tanpa desah. Membiarkan kami tanpa ada arah.
    
Apakah kami memang tak ada arti ? Sehingga engkau tak perlu perduli ?, Syarif Dayang menyudahi bait buisinya tanpa jawaban, toh bukan dia' yang berhak menjawabnya.
     
Apakah wakil rakyat ? Rido M Hastil seorang pewarta  menyatakan dalam puisinya bahwa "itu hanya sebutan mu".
    
Berdasi, berjas, dan berpenampilan rapi.. itu gayamu. Pintar bicara kebiasaanmu... Engkau adalah harapan kami... harapan masyarakat kecil. Harapan seluruh rakyat Papua !
    
Namun engkau "busuk"... namun engkau penipu... namun engkau seperti bunglon... kalian membuat kami malu...
   
Dengan polosnya kalian janji mendukung kami. Jangan berbohong... Jangan hanya bersandiwara agar kalian terangkat seakan penyelamat...
   
Memalukan...! penuh kebohongan, penuh kekejaman... Jangan pernah melihat kami, agar nyawa selamat.
   
Kalian busuk... kami jijik pada kalian... silahkan bersenang.. silahkan wakil rakyat...! Makan uang kami tanpa malu lalu membunuh kami.
    
Ingat hukum alam... karma akan menunggu kalian.


Oweack Asso

06/10/16

Ribuan Rakyat Papua Hadir Dalam Acara Pengucapan Syukur Atas Dukungan yang Diberikan Kepada Papua Barat Dari 7 Negara Di Pasifik Pada Saat Sidang Umum PBB Tahun 2016

0 komentar


Rakyat Papua dengan kekuatan sekitar ribuan masa dari 6 penjuru mata angin, telah melakukan ibadah Syukur pada tanggal 06 Oktober 2016 di Kantor Pusat ULMWP Wamena Papua.

Ibadah Syukuran itu, dimulai pada pukul 12:00 Wip. Dengan diiringi lagu puji pujian yang dibawakan oleh kaum wanita dan lelaki. Peter John Jonga, PR memimpin ibadah singkat dengan tema Berjaga jagalah hai umat manusia,yang diambil dari kitab injil Lukas, dalam khotbanya ia menyampaikan bahwa Manusia Papua adalah ciptaan dari Allah yang paling mulia didunia yang sama seperti manusia lain yang ada di belahan dunia; Jhon menekankan kepada rakyat papua untuk tetap menjaga diri dari godaan hawa nafsu, seperti menghindari miras, narkoba dan sejenis yang mudah memusnakan manusia papua. Ia berharap dengan pentingnya menjaga diri maka orang Papua dapat berkembang di negerinya sesuai amanah Allah yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu manusia papua dapat berkembang seperti bintang bintang dilangit dan pasir pasir dilaut demi mempertahankan RAS serta menjaga Alam Papua yang telah diberikan dari Allah. Dalam penjelasannya Jhon Jhonga sedikit mengulas tentang 7 negara pasifik yang mana telah mengangkat isu papua di sidang umum PBB sesi-71 tahun 2016.

Seusai ibadah singkat dilakukan, selanjutnya masuk pada acara sambutan sambutan yang dibawa oleh beberapa pimpinan Perjuangan Papua Merdeka, serta keterwakilan Organ Gerakan yang tergabung dalam ULMWP seperti KNPB, SHDRP dan Dewan Adat Papua Wilaya Lapago.


Sumber Foto: Suara Wiyaimana Papua. Foto Masa Ibada Syukuran
 
Disaat penyampaian sambutan seluruh pimpinan menjelaskan kepada seluruh masyarakat papua bahwa Pada Sidang Umum PBB sesi-71 tahun 2016 ini, oleh serumpun Melanesia, Negara Negara  yang tergabung dalam anggota MSG telah mengangkat isu Papua tentang Pelanggaran HAM Berat yang sedang terjadi di Papua Barat, menekan PBB untuk segerah menentukan nasip sendiri, serta mendesak PBB agar mengeluarkan Resolusi baru untuk Papua Barat.

Selain itu, sambutan yang dibawakan oleh pimpinan Perjuangan Papua Merdeka menegaskan kepada rakyat Papua agar tidak terlalu santai, dan jangan tunggu kemerdekaan datang seakan dari Langit, namun ditegaskan kepada rakyat untuk lebih focus bekerja keras sambil berDoa. Lanjutnya dihimbaukan kepada rakyat yang hadir di acara Syukuran ini diharapkan menjadi undangan agar memberi tahukan kepada seluruh orang asli Papua yang mempunyai kedudukan sebagai Gubernur, Bupati, DPR, Tentara, Polisi, PNS, Pengusaha; agar mulai sekarang dapat bergabung bersama sama menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk memperjuangkan Papua Menuju Pembebasan dari NKRI.

By. oweack abner asso

04/10/16

NKRI MENGALAMI KEKALAHAN POLITIKNYA DIMATA DUNIA INTERNASIONAL SAAT SIDANG UMUM PBB SESI-71 TAHUN 2016

0 komentar


 
 NKRI Kali Ini Mengalami Kekalahan Politiknya Dimata Dunia Internasional Karena Diplomat Tercantik Dunia (Nara Matista Rakhmatia) Bertindak Sebagai Delegasi Penu Nkri Telah Protes Keras Atas Tudingan Pelanggaran Ham Oleh 6 Negara

NARA MATISTA RAKHMATIA Telah membantah pernyataan Presiden Nauru dan Presiden Kepulauan Marshall serta empat Perdana Menteri dalam Sidang Majelis Umum PBB yang ke-71 pada tanggal 20-26 September 2016. Empat Perdana Menteri itu adalah PM Vanuatu, Kepulauan Solomon, Tuvalu dan Tonga.
Seusai membacakan protes keras atas tudingan pelanggaran HAM oleh enam Negara tersebut, dia pun mengimput berita di berbagai media internasional karena telah membalas keras pernyataan Pernyataan petinggi Negara , namun sayangnya nona tercantik ini belum menyadari bahwa dibalik semua protesnya dan mengimput berita di media internasional itu merupakan hal poitif bagi Bangsa Papua, karena dengan melakukan hal tersebut oleh Matista maka nilai positif yang diambil oleh bangsa papua adalah “ISU”; karena dengan tindakan tersebut isu papua merdeka sudah mendunia dan dunia akan membuka mata serta telinga kalau Bangsa Papua ada masalah besar yang sementara dilakukan oleh NKRI.

Dengan demikian, sehingga Rakyat Bangsa Papua mari berterimakasih kepada nona NARA MATISTA RAKHMATIA karena atas berkat tindakannya yang dilakukan pada saat sidang umum PBB sehingga isu Papua Merdeka dengan masalah Pelanggaran HAM berat yang diperlakukan oleh NKRI telah MENDUNIA.

Terkait dengan pernyataan keras tersebut dibacakan oleh Perwakilan Tetap Republik Indonesia di PBB. Atas Tanggapan yang hanya dibacakan oleh seorang diplomat junior untuk pernyataan Kepala Pemerintahan yang tertinggi adalah sebuah “tamparan diplomatic” yang keras maka MATISTA membuat 6 negara ini tambah semangat juang untuk Papua menuju merai kemerdekaan penuh.

Bangsa Papua tetaplah semangat
Karena Kemerdekaan akan menghampiri kami Bangsa Papua

KETUMSHDRP
TDT
USAMA YOGOBI